Sunday, September 05, 2004

Untukmu

dialah dian,
pelita penunjuk jalan menuju kesunyian
di puncak bukit kedamaian
dialah noor,
cahaya yang senantiasa menuntun raga
memahami hidup kehidupannya
dialah citra,
gambaran tulus serta paling nyata
dari apa yang disebut cinta
dialah perdana,
yang pertama kali coba menenggelamkan
seluruh asa di lautan penuh harapan

entah apa namanya
aku hanya bisa berharap
tidak pernah kehilangan sebuah nama

No comments: